
Mari kita sama-sama membaca dan menyelami ayat-ayat Allah yang berikut:
Al-Anbia’ : 47
“Kami (Allah) telah meletakkan timbangan keadilan pada Hari Kiamat, sehingga tiada seorang akan dianiaya walau sedikitpun, dan meskipun ada sesuatu usaha sebesar biji sawi pasti Kami kemukakan juga, dan memadailah Kami sebagai juruhisab.”
Al-Kahf : 49
“Dan diletakkanlah buku catitan amal, maka Engkau melihat orang-orang yang bersalah itu merasa takut dengan apa yang tercatat di dalamnya. Mereka lalu berkata: Celaka kami! Buku catatan apakah ini? Tidak ditinggalkannya perkara yang sekecil atau sebesar manapun, melainkan dihisab semuanya. Mereka mendapati apa-apa yang mereka kerjakan terpampang, sedangkan Tuhanmu tidak akan menganiaya kepada sesiapapun.”
Al-Mujadalah : 6
“Pada hari di mana mereka sekalian akan dibangkitkan oleh Allah, lalu diberitahu kepada mereka apa yang mereka kerjakan. Allah telah memperhitungkan kerja-kerja itu sedang mereka telah melupakannya. Dan Allah menyaksikan atas setiap sesuatu.”
Al-Zalzalah : 6-8
“Pada hari itu manusia kembali (dari hisab) sendiri-sendiri untuk diperlihatkan kepada mereka perbuatan masing-masing. Maka barangsiapa mengerjakan perbuatan baik seberat zarrah akan dilihatnya. Dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat seberat zarrah akan dilihatnya.”
Al-Baqarah : 281
“Kemudian dipenuhi kepada setiap jiwa (pembalasan) apa yang telah diusahakannya, sedang mereka tidak dianiaya.”
Allahu Akhbar! Tidak takutkah kita? Tidak gerunkah kita? Tidak gementarkah kita? Tidak boleh dipercayaikah ayat-ayat Allah ini?
Hitunglah diri kita sebelum sampai pada hari perhitungan Allah.



